Minggu, 28 Juni 2015

Apabila Baik Dekatkan, Apabila Buruk Jauhkan

Apabila Baik Dekatkan, Apabila Buruk Jauhkan

Benar saja, kerinduan terhadap tanda tanya itu semakin kuat. Rindu yang asalnya dari Tuhan. Rindu yang memaksa kita memantaskan diri untuk memperoleh yang terbaik. Setiap insan berhati nurani punya rasa rindu. Dimana, cinta dan rindu itu bermula dari Adam dan Hawa. Disempurnakan oleh Rasulullah dan Sayidah Aisyah. Dikisahkan Yusuf dan Zulaikha. Diperikan pula oleh Romeo dan Juliet. Diceritakan Rama dan Sita. Dilakonkan oleh Laila Majnun. Diperindah oleh kisah Habibie dan Ainun. Betapa indah kisah cinta mereka. Yang membuat setiap insan iri jika melihatnya. Dan tanpa terasa bebeerapa tahun lagi kita akan menjadi pemeran kisah cinta tersebut.
Kehidupan memang diciptakan untuk saling mencintai dan melengkapi. Betapa bahagia insan yang telah menemukan cinta dengan rindu sejati. ibarat tasbih dan pengikatnya yang terajud menjadi untaian dan yang akan selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia. yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabbnya.

Cinta sejati datang ibarata penawar, yang apabila disentuh, kaca jadi permata. biarpun dia diam, nafasnya berbicara. bukti cinta sejati adalah saling menghargai orang yang kita cintai dengan perbuatan agar ia merasa selamat dan terhormat.

Betapa bodoh diriku yang tidak sabar untuk menunggu datangnya cinta sejati. Seorang yang kotor, yang tak dapat memegang erat prinsip. Yang telah mengerti bahwa kesabaran akan menghasilkan sesuatu yang manis. Tapi diriku telah lari dari indahnya kesabaran karena tak ingin sesorang yang dicintai menjadi bagian dari orang lain. Betapa egoisnya diriku yang tak sempat berkaca bahwa berapa banyak kecacatan yang menancap dalam raga ini. Tapi tak apalah, hal itu telah terlanjur terucap. Meskipun tak diterima dan kekecewaan mulai muncul saat itu, ada suatu tamparan hebat yang muncul dalam pikiranku. Siapa kamu kok berani2nya nembak anak orang sedangkan kewajiban banyak yang tak tertunaikan? Udah bisa mencintai Allah 100%? Udah dapat banggain orang tua? sudah sukses kah studimu? Bagaimana kondisi imanmu? Apakah engkang sering melupakan Yang Paling Pengasih diantara para pengasih? Siapa yang dapat jamin hidupmu masih lama? Sudahkah hidup mandiri atau masih menyusahkan orang tua? Apakah gak malu dengan orang2 yg sudah mempercayaimu? dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang sukar terjawab dengan sempurna. Sungguh banyak pelajaran yang aku peroleh dari peristiwa ini. Cinta pertama yang mungkin salah tujuannya. Allah itu Maha Adil kok, Ia akan mempersatukan orang yang baik dengan orang yang sama2 baik dan sebaliknya. Seharusnya aku tak sibuk untuk mencari, karena pada akhirnya Allah akan mempertemukanku dengan bidadariku di dunia dan akhirat.

Memang benar, hidup ini harus memberi manfaat di dunia dan berati di akhirat. Jangan bergantung pada orang lain, karena hanya kekecewaan yang akan didapat. berjalanlah dengan prinsip. Bergaullah dengan mereka yang membuat hidupmu semakin baik. Ingatlah Sang Khalik yang memberimu cinta sejati. Ingatlah Sang Khalik di setiap hembusan nafasmu agar engkau memperoleh ketenangan yang tidak ada duanya dalam hidup ini. Dan engkau akan mengerti untuk apa engkau hidup. Dan pada akhirnya kita akan meninggalkan dan ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Kecuali cinta sejati yang tidak akan pernah meninggalkan kita meskipun nyawa telah tak bersatu dengan badan.

Terima kasih telah memberi banyak pelajaran dalam hidup ini :)